

MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan bangunan sekolah yang telah merampungkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, pada Kamis, 8 Januari 2026. Peresmian tersebut menandai kesiapan bangunan sekolah untuk kembali digunakan dalam mendukung kegiatan pembelajaran.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik.
“Dengan mengharap ridha dari Allah SWT, saya resmikan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim,” ujar Mendikdasmen seraya menandatangani masing-masing prasasti sekolah, disaksikan oleh Wakil Bupati Garut dan kepala sekolah. Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen juga menekankan pentingnya pendidikan dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang berilmu, terampil, serta memiliki karakter dan akhlak mulia agar mampu bersaing dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Selain perbaikan infrastruktur, revitalisasi sekolah diharapkan dapat mendorong pembiasaan perilaku positif di lingkungan pendidikan. Mendikdasmen menyoroti pentingnya kebiasaan hidup sehat, disiplin, dan gemar belajar sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik.
Secara keseluruhan, pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 telah menyalurkan bantuan kepada 156 sekolah di Kabupaten Garut dengan total nilai mencapai Rp133,9 miliar. Hingga awal Januari 2026, mayoritas sekolah penerima bantuan dilaporkan telah menyelesaikan pekerjaan revitalisasi hingga 100 persen.
Berdasarkan data penerima bantuan, jenjang Sekolah Dasar (SD) menjadi penerima terbanyak dengan 52 sekolah dan nilai bantuan sebesar Rp24,88 miliar. Disusul jenjang PAUD dan SMP yang masing-masing mencakup 31 sekolah. Adapun bantuan terbesar secara nilai diterima oleh jenjang SMP, yakni mencapai Rp39,21 miliar dan PAUD Rp10,61 miliar.
Sementara itu, jenjang SMK memperoleh bantuan senilai Rp33,45 miliar untuk 20 sekolah, disusul SMA dengan 15 sekolah dan nilai bantuan Rp18,46 miliar. Jenjang SLB menerima bantuan untuk 5 sekolah senilai Rp6,59 miliar, sedangkan PKBM memperoleh bantuan untuk 2 lembaga dengan nilai Rp690,14 juta.
Dari sisi progres pelaksanaan, sebanyak 143 sekolah atau lebih dari 90 persen telah menyelesaikan revitalisasi hingga 100 persen. Sisanya, 13 sekolah, masih berada pada progres di bawah 100 persen dan tersebar pada jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Tidak terdapat keterlambatan pada jenjang PAUD, SLB, dan PKBM, yang seluruhnya telah menuntaskan pekerjaan.
Program revitalisasi ini bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan guna mendukung kegiatan belajar mengajar yang aman, layak, dan berkualitas. Pemerintah menargetkan sisa sekolah yang belum rampung dapat segera menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan.

